Posts tagged ‘Kota Purworejo’

Lomba Nyanyi Karaoke HUT Swara Kenanga

SWARA KENANGA

Mr. RyOuSt & Kertas Tissue Imaji

Kertas Tissue

Musik Damai Purworejo 2

Musik Damai Purworejo 2

B-GOSH

Sebuah perbincangan santai saling menyemangati tengah terjadi di jejaring sosial facebook. Topik utamanya adalah rencana gelaran Musik Damai Purworejo 2, yang juga salah satunya didukung oleh B-Gosh Studio & Cafe. [djnn/z104]

Mazza, Asa Berlaga

Mazza Band Indie Purworejo, tiba-tiba mengabarkan bakal kembali berlaga sesegera mungkin. Dedengkot Mazza, Agoeng Mazza sang gitaris, siap mengirimkan beberapa track terbarunya, serta 1 track ‘flamboyan’ berjudul Bintang!

Selama ini Mazza sendiri secara team belum mengijinkan karya-karya musik rekamnya secara resmi beredar di internet, karenanya jika Agoeng Mazza dikonfirmasi tentang adanya track-track yang bisa diunduh dari internet, dia heran. Di Purworejo, Mazza memang sempat meraih publisitas papan atas dibarengi jadwal padatnya di atas panggung, kuartal awal tahun lalu. Satu semester sebelumnya, hampir tiap hari setengah lusin single tracknya mewarnai hari-hari teenager Purworejo menyimak pesawat penerima radio siaran. [*]

Andris Agvian Ingin Berbagi di Purworejo

andrisagvianaris

z104 Logo2MCPAndris Agvian, leader dan lead vocalist Kanda ini ternyata menyimpan kerinduan yang amat dalam untuk segera bisa berkunjung ke Purworejo kembali. Terlebih masa-masa sekarang ini, dirinya mendengar cerita-cerita tentang perkembangan band-band indie lokal yang meningkat kinerjanya. Andris mengusulkan juga seandainya memungkinkan bisa diadakan semacam workshop atau forum-forum yang bisa mempertemukan band-band itu untuk saling berbagi cerita dan pengalaman.

Melalui hubungan telepon seluler ke Triplezie pagi tadi, Andris benar-benar ingin berbagi sekaligus meyakinkan dirinya bahwa komunitas indie di Purworejo memang mampu memberikan manfaat untuk masyarakat. Ia sadar meniti karir di bidang musik atau membentuk dan bersatu dalam sebuah keompok musik atau band selalu penuh dengan yang namanya perjuangan. Tidaklah sebentar untuk bisa mencapai sukses kecuali sekadar terkenal karena bisa bikin album, atau sering tampil di panggung. Bergaul dengan komunitas di sekelilingnya, hingga kini masih menjadi jadwal tetapnya.

Banyak sekali istilah-istilah di bidang musik dan hiburan yang kian berkembang. Banyak pula teknologi yang bisa mendukung penampilan maksimal sebuah kelompuk musik. Secara bertahap pengetahuan-pengetahuan tersebut musti dipelajari, dicoba dan diuji seberapa jauh kecocokan dan manfaat untuk penampilan kita. Kepemilikan terhadap alat-alat musik yang kita gunakan juga akan banyak mendukung dan lebih menjamin kenyamanan bermain.

Awal tahun ini Kanda memang sempat main di Batam, bahkan Andris sempat berbulan-bulan menimba pengalaman di berbagai panggung pub. Diyakininya, classic rock tetap menyimpan potensi luar biasa dengan musik-musik kelas dunia yang terbukti mampu bertahan puluhan tahun berganti generasi audiensnya. Bed of Roses (fr Bon Jovi) dan November Rain (fr GnR) adalah beberapa nomor favoritnya, baik yang dibawakan bersama Kanda maupun saat tampil bersama teman-teman lain di komunitasnya.

andrisagvian

Penghayatan terhadap lirik-lirik yang menyentuh, terutama pada nomor-nomor classic rock , selalu ia sertakan. Tanpa sadar audiens terlena dan sangat emosional, bahkan tak jarang hingga melelehkan tetes air matanya. Bukan jingkrak-jingkrak rock n roll yang ingin ia banggakan, bukan ketenaran ‘sundul langit’ pula mimpi-mimpinya. Darah seninya lebih memanggil jiwanya, sktivitas berkesenianlah yang seolah mati-matian ia pertahankan. Masih ingatkah zMania dengan penampilannya di GOR WR Supratman dua tahun lalu? [djnn/z104]

Mr. RyOuSt Gigih Kenalkan Karyanya

We’re number 32 on the ReverbNation Pop charts for Purworejo, JTENG, ID. http://www.reverbnation.com/mrryoust | http://www.triplezie.co.cc

Demikian status Mr. RyOuSt yang terpampang di situs http://www.reverbnation.com saat tulisan ini diunggah. Status ini juga mencerminkan perjalanan Mr. RyOuSt saat ini yang sedang berupaya memperkenalkan dirinya terutama koleksi track-tracknya yang dipublikasikan via situs itu. Posisi ini tentunya bukan posisi teratas, tapi Mr. RyOuSt telah melaluinya beberapa waktu lalu, bahkan posisi keempat nasional dalam genre pop!

Di situs ini Mr. RyOuSt juga mencatat koneksi sebanyak 199 fans. Sedangkan di situs http://www.facebook.com Mr. RyOuSt berkoneksi dengan lebih dari 1200 teman/account lain. Di situs http://www.tagged.com tak kurang dari 30 friends. Satuan-satuan tersebut tentunya bukan angka mati peraihan (jumlah penggemar) sesungguhnya, kendati demikian tata cara pendokumentasian siapa-siapa saja yang sempat terkoneksi dengannya menjadi lebih rapi dan terukur. Ini akan membuktikan seberapa jauh gigihnya dalam mempublikasikan diri. Sebuah pelajaran berharga, tatkala naik turunnya angka-angka indikator yang tersedia ada korelasi dengan aktivitas lain yang dilakukannya.

Jika aktivitas sosialisasi dan interaksi di social networks makin agresif, akan lebih cepat dan lebih banyak pula dikenal publik. Posisi-posisi (chart) yang makin tinggi pasti terlihat menonjol. Untuk mencapainya, tak sekedar teknis bermusik saja, melainkan juga bagaimana strategi komunikasi dalam mengelola band-band tersebut diterapkan lebih baik.

mr DSC04634

Di samping situs-situs jejaring sosial, Mr. RyOuSt juga menaruh harapan besar kepada stasiun-stasiun radio di seluruh tanah air. Jika dalam taksirannya terdapat ribuan jumlah stasiun radio, perlu juga dipikirkan lebih matang. Efisiensi dan efektifitas musti terjaga! [djnn/z104]

SevenSoul :: Mendongkrak Semangat Dante Band

DANTE%20BAND%20INDIE%20PURWOREJOQuantcast

Jauh sudah mungkin dari ingatan  penonton, kalau salah satu band yang pernah mereka tonton di SevenSoul :: Parade Band Pituruh salah satunya yang bernama Dante Band. Tulisan ini tentu saja tidak bermaksud mengecilkan arti penting sambutan ataupun ingatan penonton ataupun juga membesar-besarkan Dante Band ini sebagai penampil terbaik di even tersebut. Sama sekali bukan. Tapi jika dari sebuah even di sebuah kota kecamatan bisa memberikan citra positif kepada salah satu pengisi acara, ini adalah salah satu contoh. Lebih tepatnya kesan yang ditangkap Dante Band sejak saat itu membekas kuat dan nancap dalam ke benak dan sanubari awak-awak pemain band Dante.

Boleh jadi Dante Band saat itu sedang amat membutuhkan media berekpresi, media penempatan karya-karya mereka, apakah bisa diterima publik ataupun tidak. Jikalau hanya teronggok di folder komputer, apa jadinya ?

Dalam perjalanan band ini ternyata tidak semulus yang mereka harapkan karena banyak halangan yang ditemui. Sebut saja terjadinya gonta-ganti personil pemain sampai akhirnya menemukan personil tetap yang sekarang ada. Kendala dari orang tua karena kebetulan saja, di sini Dante Band bukanlah sebaik kesempatan layaknya sebuah band yang didukung para orang tua mereka semaksimal mungkin. Kendala saat-saat mendekati jadwal rekaman, menghadapi studio rekaman dengan bejibunnya tagihan-tagihan biaya operasional. Uang jajan menjadi salah satu obyek penderita…

Kembali kepada niat, kepada komitmen. Para pemain Dante Band hingga saat ini mampu melewati ujian-ujian yang relatif berat. Ini diakui Trio, salah satu panitia SevenSoul :: Parade Band Pituruh yang kebetulan ikut mereferensi semangat Dante Band sebagai salah satu sosok band lokal yang ingin selalu maju berkembang. Diceritakan di salah satu outlet seluler miliknya di dekat homebase Dante Band, para pemain harus berjibaku beriuran dan merancang jadwal latihan secara rutin. Uedan Tenan! Sebuah band lokal sudah merancang sebuah jadwal latihan… Salah satu pemain juga merangkap membuka jalur pertemanan dan koneksi, dari Purworejo hingga Semarang, hanya berniat untuk tampil sepanggung bersama Seventeen! Cukup beralasan, cukup bisa dijangkau!

Dante Band ingin juga membuktikan jika upaya-upayanya sekaligus menunjukkan betapa serius mereka bermusik. Meyakinkan seorang teman, mungkin bisa dipuji di depan mata sekaligus dicibir di belakang kemudian.

Oleh karenanya bentuk track rekaman diambil untuk salah satu maksud itu. Dante Band tetap yakin dan komit dengan tujuan awal, ingin menjadi band yang dikenal tidak hanya di daerah asal saja tetapi juga di seluruh nusantara.

“Mungkin menurut Anda terlalu berlebihan, tapi dengan impian, kemauan dan usaha, kami yakin itu bukan hal yang tidak mungkin. Sehingga kami tetap maju…..!!!”, demikian petikan keyakinan Dante Band yang di-message via facebook.

Dante Band :: Bukan Testimoni Setengah Hati
Paragraf-paragraf berikut ini, adalah petikan dari message-message selanjutnya dengan edit seperlunya, sebagai cerita perkenalan awal Dante Band. Silakan simak…

Setelah mempunyai cukup materi untuk rekaman dan tentu saja materi (karena di sini kami masih benar-benar berjuang dari nol), maka kami merekam lagu kami di Yogyakarta tepatnya di studio Helyawan.

“Thanks banget buat Mas Eka yang sudah nunjukin jalan dan nuntun kami saat proses rekaman!”

Sampai saat ini sudah ada tiga karya dari Dante yang sudah direkam yaitu Selamat Tinggal, Kecewa dan Kau Telah Tiada. Meskipun baru sedikit tapi kami tetap optimis dan yakin… Setelah hasil rekaman dan proses mixing jadi, kami mulai melakukan promosi karena percuma punya karya tapi nggak ada orang yang tahu.. Lantas kami mulai berpikir untuk memperkenalkan lagu-lagu kami melalui teman-teman dekat, lewat radio-radio lokal yang juga mendukung band-band indie seperti kami seperti Primada FM Kutoarjo (104,00 fm), Fortuna FM Kutoarjo (107,70 fm), Surya FM Purworejo (107,70 fm). Meskipun baru lingkup lokal tapi sangat berarti bagi kami terutama Dante yang memang bergerak dari band Indie yang tanpa materi alias money (hehehe…). Awal memang belum ada tanggapan dari masyarakat tapi, setelah beberapa waktu berjalan kami bersyukur karena di radio Fortuna FM Kutoarjo, lebih tepatnya radio kampus Politeknik Sawunggalih Aji (POLSA), lagu kami mulai dikenal dan bahkan akhir-akhir ini lagu kami selalu menjadi top request di radio Fortuna FM tersebut. Meskipun baru dikenal lingkup lokal tapi kami bersyukur dan menjadi pelecut semangat kami karena ternyata lagu-lagu kami ada yang menyukai… dan kami berharap agar ke depannya lagu kami semakin dikenal tidak hanya di Purworejo tetapi juga di tingkat nasional.

“Kami juga bertemu dengan z104 Production yang sangat membantu kami dan juga band-band indie terutama band-band dari Purworejo. Lagu kami dikemas lebih apik dan promosinya tidak hanya melalui radio tetapi juga melalui internet, semua mungkin nggak akan bisa tanpa bantuan dari Dj Didi z104, DJ Enen z104 dan juga Mr. Sable… thanks atas bantuan dan masukan-masukannya…”

Selain itu lagu-lagu kami juga pernah diikutkan dalam LA Light Indiefest 2007, A Mild Live Wanted karena ingin dikenal dan tenar seperti band-band yang sudah berhasil melalui even tersebut, meskipun belum berhasil.. Tapi kami percaya banyak jalan menuju Roma!!

Pengalaman manggung dari Dante Band memang masih sangat sedikit karena memang di Purworejo sendiri sangat jarang sekali even-even apalagi buat band-band yang notabene non pelajar alias dah nggak makan bangku sekolah… Pengalaman manggung kami yaitu di acara memeriahkan Lebaran Tahun 2008 di Alun-alun Pituruh (baca: SevenSoul :: Parade Band Pituruh) dan mendapat sambutan yang cukup baik dari penonton.

“Ayo buktikan ke dunia kalau Purworejo juga memiliki musisi yang berbakat dan patut untuk dikenal secara luas!!”

Itulah sedikit cerita awal Dante Band, salah satu yang diharapkan membawa angin segar penyemangat musisi lokal lain, untuk senantiasa berkarya yang semerbak harum sepanjang masa. [djdd/djnn/z104]