andrisagvianaris

z104 Logo2MCPAndris Agvian, leader dan lead vocalist Kanda ini ternyata menyimpan kerinduan yang amat dalam untuk segera bisa berkunjung ke Purworejo kembali. Terlebih masa-masa sekarang ini, dirinya mendengar cerita-cerita tentang perkembangan band-band indie lokal yang meningkat kinerjanya. Andris mengusulkan juga seandainya memungkinkan bisa diadakan semacam workshop atau forum-forum yang bisa mempertemukan band-band itu untuk saling berbagi cerita dan pengalaman.

Melalui hubungan telepon seluler ke Triplezie pagi tadi, Andris benar-benar ingin berbagi sekaligus meyakinkan dirinya bahwa komunitas indie di Purworejo memang mampu memberikan manfaat untuk masyarakat. Ia sadar meniti karir di bidang musik atau membentuk dan bersatu dalam sebuah keompok musik atau band selalu penuh dengan yang namanya perjuangan. Tidaklah sebentar untuk bisa mencapai sukses kecuali sekadar terkenal karena bisa bikin album, atau sering tampil di panggung. Bergaul dengan komunitas di sekelilingnya, hingga kini masih menjadi jadwal tetapnya.

Banyak sekali istilah-istilah di bidang musik dan hiburan yang kian berkembang. Banyak pula teknologi yang bisa mendukung penampilan maksimal sebuah kelompuk musik. Secara bertahap pengetahuan-pengetahuan tersebut musti dipelajari, dicoba dan diuji seberapa jauh kecocokan dan manfaat untuk penampilan kita. Kepemilikan terhadap alat-alat musik yang kita gunakan juga akan banyak mendukung dan lebih menjamin kenyamanan bermain.

Awal tahun ini Kanda memang sempat main di Batam, bahkan Andris sempat berbulan-bulan menimba pengalaman di berbagai panggung pub. Diyakininya, classic rock tetap menyimpan potensi luar biasa dengan musik-musik kelas dunia yang terbukti mampu bertahan puluhan tahun berganti generasi audiensnya. Bed of Roses (fr Bon Jovi) dan November Rain (fr GnR) adalah beberapa nomor favoritnya, baik yang dibawakan bersama Kanda maupun saat tampil bersama teman-teman lain di komunitasnya.

andrisagvian

Penghayatan terhadap lirik-lirik yang menyentuh, terutama pada nomor-nomor classic rock , selalu ia sertakan. Tanpa sadar audiens terlena dan sangat emosional, bahkan tak jarang hingga melelehkan tetes air matanya. Bukan jingkrak-jingkrak rock n roll yang ingin ia banggakan, bukan ketenaran ‘sundul langit’ pula mimpi-mimpinya. Darah seninya lebih memanggil jiwanya, sktivitas berkesenianlah yang seolah mati-matian ia pertahankan. Masih ingatkah zMania dengan penampilannya di GOR WR Supratman dua tahun lalu? [djnn/z104]

Iklan