DANTE%20BAND%20INDIE%20PURWOREJOQuantcast

Jauh sudah mungkin dari ingatan  penonton, kalau salah satu band yang pernah mereka tonton di SevenSoul :: Parade Band Pituruh salah satunya yang bernama Dante Band. Tulisan ini tentu saja tidak bermaksud mengecilkan arti penting sambutan ataupun ingatan penonton ataupun juga membesar-besarkan Dante Band ini sebagai penampil terbaik di even tersebut. Sama sekali bukan. Tapi jika dari sebuah even di sebuah kota kecamatan bisa memberikan citra positif kepada salah satu pengisi acara, ini adalah salah satu contoh. Lebih tepatnya kesan yang ditangkap Dante Band sejak saat itu membekas kuat dan nancap dalam ke benak dan sanubari awak-awak pemain band Dante.

Boleh jadi Dante Band saat itu sedang amat membutuhkan media berekpresi, media penempatan karya-karya mereka, apakah bisa diterima publik ataupun tidak. Jikalau hanya teronggok di folder komputer, apa jadinya ?

Dalam perjalanan band ini ternyata tidak semulus yang mereka harapkan karena banyak halangan yang ditemui. Sebut saja terjadinya gonta-ganti personil pemain sampai akhirnya menemukan personil tetap yang sekarang ada. Kendala dari orang tua karena kebetulan saja, di sini Dante Band bukanlah sebaik kesempatan layaknya sebuah band yang didukung para orang tua mereka semaksimal mungkin. Kendala saat-saat mendekati jadwal rekaman, menghadapi studio rekaman dengan bejibunnya tagihan-tagihan biaya operasional. Uang jajan menjadi salah satu obyek penderita…

Kembali kepada niat, kepada komitmen. Para pemain Dante Band hingga saat ini mampu melewati ujian-ujian yang relatif berat. Ini diakui Trio, salah satu panitia SevenSoul :: Parade Band Pituruh yang kebetulan ikut mereferensi semangat Dante Band sebagai salah satu sosok band lokal yang ingin selalu maju berkembang. Diceritakan di salah satu outlet seluler miliknya di dekat homebase Dante Band, para pemain harus berjibaku beriuran dan merancang jadwal latihan secara rutin. Uedan Tenan! Sebuah band lokal sudah merancang sebuah jadwal latihan… Salah satu pemain juga merangkap membuka jalur pertemanan dan koneksi, dari Purworejo hingga Semarang, hanya berniat untuk tampil sepanggung bersama Seventeen! Cukup beralasan, cukup bisa dijangkau!

Dante Band ingin juga membuktikan jika upaya-upayanya sekaligus menunjukkan betapa serius mereka bermusik. Meyakinkan seorang teman, mungkin bisa dipuji di depan mata sekaligus dicibir di belakang kemudian.

Oleh karenanya bentuk track rekaman diambil untuk salah satu maksud itu. Dante Band tetap yakin dan komit dengan tujuan awal, ingin menjadi band yang dikenal tidak hanya di daerah asal saja tetapi juga di seluruh nusantara.

“Mungkin menurut Anda terlalu berlebihan, tapi dengan impian, kemauan dan usaha, kami yakin itu bukan hal yang tidak mungkin. Sehingga kami tetap maju…..!!!”, demikian petikan keyakinan Dante Band yang di-message via facebook.

Dante Band :: Bukan Testimoni Setengah Hati
Paragraf-paragraf berikut ini, adalah petikan dari message-message selanjutnya dengan edit seperlunya, sebagai cerita perkenalan awal Dante Band. Silakan simak…

Setelah mempunyai cukup materi untuk rekaman dan tentu saja materi (karena di sini kami masih benar-benar berjuang dari nol), maka kami merekam lagu kami di Yogyakarta tepatnya di studio Helyawan.

“Thanks banget buat Mas Eka yang sudah nunjukin jalan dan nuntun kami saat proses rekaman!”

Sampai saat ini sudah ada tiga karya dari Dante yang sudah direkam yaitu Selamat Tinggal, Kecewa dan Kau Telah Tiada. Meskipun baru sedikit tapi kami tetap optimis dan yakin… Setelah hasil rekaman dan proses mixing jadi, kami mulai melakukan promosi karena percuma punya karya tapi nggak ada orang yang tahu.. Lantas kami mulai berpikir untuk memperkenalkan lagu-lagu kami melalui teman-teman dekat, lewat radio-radio lokal yang juga mendukung band-band indie seperti kami seperti Primada FM Kutoarjo (104,00 fm), Fortuna FM Kutoarjo (107,70 fm), Surya FM Purworejo (107,70 fm). Meskipun baru lingkup lokal tapi sangat berarti bagi kami terutama Dante yang memang bergerak dari band Indie yang tanpa materi alias money (hehehe…). Awal memang belum ada tanggapan dari masyarakat tapi, setelah beberapa waktu berjalan kami bersyukur karena di radio Fortuna FM Kutoarjo, lebih tepatnya radio kampus Politeknik Sawunggalih Aji (POLSA), lagu kami mulai dikenal dan bahkan akhir-akhir ini lagu kami selalu menjadi top request di radio Fortuna FM tersebut. Meskipun baru dikenal lingkup lokal tapi kami bersyukur dan menjadi pelecut semangat kami karena ternyata lagu-lagu kami ada yang menyukai… dan kami berharap agar ke depannya lagu kami semakin dikenal tidak hanya di Purworejo tetapi juga di tingkat nasional.

“Kami juga bertemu dengan z104 Production yang sangat membantu kami dan juga band-band indie terutama band-band dari Purworejo. Lagu kami dikemas lebih apik dan promosinya tidak hanya melalui radio tetapi juga melalui internet, semua mungkin nggak akan bisa tanpa bantuan dari Dj Didi z104, DJ Enen z104 dan juga Mr. Sable… thanks atas bantuan dan masukan-masukannya…”

Selain itu lagu-lagu kami juga pernah diikutkan dalam LA Light Indiefest 2007, A Mild Live Wanted karena ingin dikenal dan tenar seperti band-band yang sudah berhasil melalui even tersebut, meskipun belum berhasil.. Tapi kami percaya banyak jalan menuju Roma!!

Pengalaman manggung dari Dante Band memang masih sangat sedikit karena memang di Purworejo sendiri sangat jarang sekali even-even apalagi buat band-band yang notabene non pelajar alias dah nggak makan bangku sekolah… Pengalaman manggung kami yaitu di acara memeriahkan Lebaran Tahun 2008 di Alun-alun Pituruh (baca: SevenSoul :: Parade Band Pituruh) dan mendapat sambutan yang cukup baik dari penonton.

“Ayo buktikan ke dunia kalau Purworejo juga memiliki musisi yang berbakat dan patut untuk dikenal secara luas!!”

Itulah sedikit cerita awal Dante Band, salah satu yang diharapkan membawa angin segar penyemangat musisi lokal lain, untuk senantiasa berkarya yang semerbak harum sepanjang masa. [djdd/djnn/z104]

Iklan