Mr.%20RyOuSt

Seakan mengikuti jejak senior-senior terdahulunya macam Kanda, Mazza, Delta di awal 2007 lalu, Mr. RyOuSt Band Purworejo ini juga mengikutsertakan karya musiknya dalam sebuah program acara radio untuk menyampaikan ke hadapan penggemarnya. Kenapa penggemar? Tak lain, harapan Mr. RyOuSt atas audiens yang kali pertama adalah pendengar salah satu program acara radio nantinya bakal menjadi penggemarnya. Ini terbukti, paling tidak pendengar radio itu menggemari salah satu atau lebih track-track yang diperdengarkan hingga tayang ulang berkali-kali. Cukup memuaskan, paling tidak untuk ukuran lokal, track-track tersebut dominan dalam sisi permintaan (song request) hingga menggeser track-track manapun.

Yang menarik dari kasus Mr. RyOuSt, di eranya telah populer media facebook, tentu saja kemudian digunakan sebagai media tingkat lanjut. Bukan publikasi semata, tetapi juga dalam sebuah kerangka kerja media relationship dan aktivasi stakeholder.  Bagaimana jalan cerita suksesnya, kita tunggu saja.

Sebagai band baru, Mr. RyOuSt hidup di era indie lokal yang berkiat bujet minimalis, harus diakui. Justru kemudian yang perlu dikaji, bahkan menjadi pekerjaan rumah selanjutnya, apa yang bisa dilakukan dengan efisiensi dan efektivitas maksimal tetapi kualitas yang dihasilkan terjaga!

Kabar ini cukup menghentak, sekaligus menjadi acuan motivasi buat band-band lain untuk meningkatkan produktivitas karyanya. Banyak yang belum digali dari sisi pemanfaatan strategi komunikasi bisnis dengan seabreg tren-tren populer yang memikat. Banyak pula bibit-bibit terpendam yang gamang untuk menunjukkan proses kreatif pencapaian karyanya.

Satu yang sempat terbersit di benak internal Mr. RyOuSt, selagi kesempatan cukup terbuka, perlu dicoba. Ini dikuatkan dengan beberapa respon yang masuk sejalan proses kreatif dan produktif sebelumnya. Seakan menjadi pembukti, bahwa efek domino sebutlah demikian, ternyata terbukti dan akan tetap dibuktikan seiring visi dan missi yang digariskan. [djnn/z104]

Iklan