EVOLUTION#0, Evolusi yang Terencana

Evolution, inilah ajang festival terbuka antar band-band lokal Purworejo terbaru yang dimulai tahun ini, 31 Agustus 2008. Diharapkan oleh banyak pihak akan terus berlanjut sebagai agenda tahunan di Kecamatan Kaligesing. Terlebih even ini juga bertujuan untuk membangun komunitas musik dengan talent-talent-nya sekelas WR Supratman, sang komponis lagu kebangsaan kita Indonesia Raya, yang putera daerah ini.

Cerita Ari, salah satu panitia, Evolution mengambil sequel #0 sebagai simbol kepompong, sebelum nantinya di even-even berikutnya mampu berevolusi, bermetamorfosa manjadi kupu-kupu yang indah dan menarik. Sebuah perubahan yang tak sekejab simsalabim, tak semudah membalik telapak tangan kosong. Ini mengingat sejak beberapa tahun silam even sejenis tak kunjung terlaksana, mungkin saja sedang menyimpan energi, bukan fluktuasi.


Dukungan Warga

Evolution#0, mengemas sebuah pertunjukan musik dengan format festival, dengan persiapan mepet, mengejar momen peringatan kemerdekaan kita. Wajar rasanya jika publikasi kurang optimal, tak cukup juga jika hanya menggunakan radio misalnya. Faktor geografis topografis menjadi salah satu kendala, sehingga perlu jauh-jauh hari sesuai medan. Beruntung, seluruh jajaran pemerintahan dan aparat mendukung sepenuhnya even ini, sekaligus menguji kinerja panitia dan tingkat apresiasi warga dengan pola sajian beda kemasan. Jika terselenggara aman dan lancar, dukungan untuk penyelenggaraan malam hari hanya menunggu waktu.

Setelah menjalani seleksi, kesepuluh band lokal Purworejo turut ambil bagian di live performance stage sebagai pengisi acara pertama. Dalam sambutan singkatnya Bupati Purworejo turut memotivasi upaya-upaya positif ini untuk ditumbuhkembangkan. Kepada z104 yang turut mendukung even ini, H. Kelik Sumrahadi, S.Sos, MM. juga menyatakan dukungan sepenuhnya, hingga sempat mengamati lirik demi irik yang dinyanyikan peserta festival sambil berdendang lirih. Dari depan panggung sisi operator sound engineer tak luput dari pengamatannya. Sungguh seorang tokoh publik yang mampu menyatu dengan irama warganya. Dia pun berkeinginan, suaranya kelak bisa didengar publik global, bukan saja oleh warganya yang sedang ada di Purworejo.

Kabar yang kami terima, warga secara swadaya berupaya mengumpulan dana untuk mendukung aktivitas generasi muda. Demikian juga saat even berlangsung, lalu lalang lalu lintas depan venue dialihjalurkan melalui jalur alternatif. Tak lupa kantong-kantong parkir disiapkan seksama sehingga tak mengganggu pandangan dan lalu lintas seputar venue. Mungkin patut dicontoh oleh warga kota lain, demi suksesnya esensi pertunjukan, sukses menyeluruh untuk kebanggaan semua.


Dukungan z104

z104 sebagai salah satu media pendistribusian musik-musik indie dan musik-musik lokal tak ketinggalan untuk menyatakan kepeduliannya. DJ Didi dan DJ Uthe’ tampil sebagai presenter. Dengan dinamic presenter format, kedua dee jay andalan z104 ini terus memacu adrenalin komunitas musik Purworejo. Joke-joke segar, trik-trik tayangan ala radio, body language style turut diperagakannya tanpa kendala berarti. Dari menit ke menit performa ini terus didiskusikan dengan seluruh tim z104 dan panitia. Upaya ini untuk mengontrol manajemen pertunjukan panggung lebih hidup walau dengan sekian kekurangan yang ada. Alhasil, panitia menyatakan bagus, tanpa bermaksud untuk menyatakan puas. Kalau sudah puas, apa lagi yang bisa kita harapkan, bukan?

Tampil lepasnya kedua presenter ini, rupanya juga debutan yang bagus untuk format tampilan baru, tidak sekadar membaca teks di atas panggung mengulum mikropon. Sayang data-data yang bisa disampaikan dari atas panggung belum terencana sistematis.

Dengan manajemen waktu yang telah disiapkan sedemikian rupa, baris demi baris run down lancar dikendalikan. Tujuh band tamu satu persatu unjuk gigi menampilkan kebolehannya: Bagus, Ex-Man, Mazza, Jolly Roger, News Item, 99 hingga GPK. Penampilan Mazza dan Jolly Roger, kedua band indie z104 ini adalah kali keduanya dalam satu panggung, menyusul gigs sebelumnya di Pangenjurutengah.

Banyaknya band tamu ini juga memberi ruang nyata untuk saling bersilaturahmi dan bertukar pengalaman, sekaligus memberi contoh bahwa sesenior apapun seorang musisi butuh sebuah komunitas yang bisa mengakomodir jiwa musiknya agar tetap membara. Spirit yang kering jika hanya sebatas media rekam sebagaimana umumnya band indie mempertontonkan karyanya.

Hingga akhir even sekitar pukul 16.00, seluruh panitia menyempatkan diri berkumpul santai, sambil mencermati satu persatu jalannya even tadi. Sambil pamit berpisah, kita bersulang salam untuk sukses semua ke masa depan! Bravo Evolution, viva z104! [djdd/djnn/z104/20080831]

Iklan