Archive for Maret, 2009

Sepotong Dua Potong Kangen Lama

graphictriplezie2
Ada yang bilang, facebook itu untuk ajang kangen temen lama. Ada yang bilang juga weblog itu untuk mengasah ketajaman kepenulisan. Nah, sekarang bagaimana caranya menggunakan kedua senjata itu laksana senjata kembar yang dipakai striker untuk menusuk jantung pertahanan lawan… hehe kaya’ pendekar sepakbola aja ya…
Oke deh, berandai-andainya diterusin ntar, ini ada sepotong dua potong arsip, coba aja…

Klip tayang z104 IndieLife 10 Agustus 2008 :: Tahanan Band Purworejo: cut1, cut2, cut3, cut4, cut 5.  Ada beberapa single track yang sudah diakrabi zMania, di antaranya Alkohol, Duka & Ria, Alun-Alun dan Anarki Kita.

Klip tayang z104 IndieLife 16 Agustus 2008 :: Jolly Roger Band Purworejo: satu, dua, tiga, empat, … Tujuh single track sudah mereka merekam karyanya, di antaranya Don’t Look Me Like That dan Pagi yang Indah. [djdd/djnn/z104]

Mr. RyOuSt, Band Kampung Hebat di Radio

Mr.%20RyOuSt

Seakan mengikuti jejak senior-senior terdahulunya macam Kanda, Mazza, Delta di awal 2007 lalu, Mr. RyOuSt Band Purworejo ini juga mengikutsertakan karya musiknya dalam sebuah program acara radio untuk menyampaikan ke hadapan penggemarnya. Kenapa penggemar? Tak lain, harapan Mr. RyOuSt atas audiens yang kali pertama adalah pendengar salah satu program acara radio nantinya bakal menjadi penggemarnya. Ini terbukti, paling tidak pendengar radio itu menggemari salah satu atau lebih track-track yang diperdengarkan hingga tayang ulang berkali-kali. Cukup memuaskan, paling tidak untuk ukuran lokal, track-track tersebut dominan dalam sisi permintaan (song request) hingga menggeser track-track manapun.

Yang menarik dari kasus Mr. RyOuSt, di eranya telah populer media facebook, tentu saja kemudian digunakan sebagai media tingkat lanjut. Bukan publikasi semata, tetapi juga dalam sebuah kerangka kerja media relationship dan aktivasi stakeholder.  Bagaimana jalan cerita suksesnya, kita tunggu saja.

Sebagai band baru, Mr. RyOuSt hidup di era indie lokal yang berkiat bujet minimalis, harus diakui. Justru kemudian yang perlu dikaji, bahkan menjadi pekerjaan rumah selanjutnya, apa yang bisa dilakukan dengan efisiensi dan efektivitas maksimal tetapi kualitas yang dihasilkan terjaga!

Kabar ini cukup menghentak, sekaligus menjadi acuan motivasi buat band-band lain untuk meningkatkan produktivitas karyanya. Banyak yang belum digali dari sisi pemanfaatan strategi komunikasi bisnis dengan seabreg tren-tren populer yang memikat. Banyak pula bibit-bibit terpendam yang gamang untuk menunjukkan proses kreatif pencapaian karyanya.

Satu yang sempat terbersit di benak internal Mr. RyOuSt, selagi kesempatan cukup terbuka, perlu dicoba. Ini dikuatkan dengan beberapa respon yang masuk sejalan proses kreatif dan produktif sebelumnya. Seakan menjadi pembukti, bahwa efek domino sebutlah demikian, ternyata terbukti dan akan tetap dibuktikan seiring visi dan missi yang digariskan. [djnn/z104]

Bukan ‘Tinggal Kenangan’! Itu Langkah Awal!

graphictriplezie4

Catatan Kecil z104 [Release 1]

Sebuah weekly radio program keluaran zonamedia yang dioperasikan arek-arek sablecomm di radio partner Primada 104FM ini kian menjulang saja. Hingga episode kelima 3 Februari 2008 lalu, lima band indie sempat dijadikan sasaran pertanyaan di sesi live interactive talkshow radioshow. Bergantian DJ Didi [DJDD] dan DJ Uthe’ [DJUT] bersama Anang Kanda menghunjam berbagai pertanyaan kritis!

Karuan saja awak band-band baru itu kalang kabut menyiasati jawaban-jawaban klise, karena bakal diteror bersama sms-sms audiens yang nggak bisa dibodohin lagi. Ini jadi tantangan untuk masuk pasar yang keras dan kompetitif, bukan saja lahan untuk jual karya rekam, tapi lebih dari itu, membawa citra historis-futuris, citra kota asal serta citra merek band mereka sendiri bagaimana mereka eksis bermusik dengan visi-misi jauh ke depan.

z104 sendiri berawakkan DJ Uthe’, DJ Didi, Anang Kanda serta DJ Enen dan Mr Sable. Berbekal dari rasa ingin tahu peta musik Purworejo sejak mulai memasarkan Kanda Band yang bertajuk Vertical September lalu, mereka mulai menggagas sebuah program z104! Program ini berbasis pada segmen psikografis, bukan demografis seperti kebanyakan program radio diset up. Tentu saja dengan mengusung idealisme independen terlebih pada musik dan sekitarnya. Dengan demikian musik-musik indie dari berbagai band otomatis menjadi sasaran playlist! Bahu-membahu kelima awak itu nggak cukup hanya di urusan live on air semata, tapi juga dari ide dan konsep, uji tayang, uji respon, tes pasar, hingga urusan investasi dan media relationship! Dukungan dari beberapa music director radio-radio ternama, band-band hingga awak-awaknya dari berbagai kota makin memuluskan jalan menyiapkan materi musik tayangan berkualitas.

Standarisasi kualitas audio dari masing-masing band kadang bisa menghambat kuantitas tayang single-single band tersebut. Layanan z104 untuk mengatasi masalah ini kiranya akan dimaksimalkan sebagai bagian dari edukasi. Keseimbangan dari fungsi informatif, edukatif, persuasif dan entertain menjadi kerangka esensial yang bervisi Light Up Purworejo. Ini juga upaya untuk memaksimalkan produktivitas di luar musik.

Kanda dan Mazza menjadi pioner bagi band-band Purworejo lainnya macam Delta, The Karyoz, The One, Cavatina, Monera, Motiv dan Dhimas yang memang sudah merekam karya-karyanya. Beberapa band dari luar kota kini ikut wira-wiri di play list seperti Surdjan, Devolco, Perfect (ketiganya dari Yogyakarta), Nuansa (Magelang), Fourteen (Surabaya), Kertas Tissue (Bekasi) dan Coke-Pit (Bandung). Tentu saja musik-musik band besar era 80-an 90-an ikut nongkrong. Dari mereka diharapkan menambah kajian dan wawasan bermusik serta pilihan-pilihan aktivitas positif lainnya.

z104 juga menggagas adanya junior dee jay sebagai wujud social marketing dan berbagi untuk kemajuan bangsa! Jika nantinya mendongkrak rating program, artinya aktivitas ini positif. Sms-sms yang masuk menandakan kenaikan kualitas respon, yang kebanyakan minta ajang band-band baru ini terus berlangsung. Ini juga ditandai respon sms request seminggu kemudian. DJ Toto (DJ22) dari SMA Muhammadiyah Kutoarjo dan DJ Kiki (DJQQ) dari SMAN 4 Purworejo beruntung bisa lolos dari proses audisi sebelumnya dan berkesempatan menjajal panasnya mikropon Primada 104FM!

Nggak nutup kemungkinan episode-episode selanjutnya bakal nampilin cerita langsung di balik prestasi temen-temen kita yang masih misterius atau baru sebatas diumumin di lapangan upacara sekolah. Atau juga rekan-rekan entrepreneur Purworejo yang bakal ditodong kiat-kiat kesuksesannya untuk bekal adik-adik angkatannya. Bahkan bisa jadi special talkshow dan layanan konsultasi tentang problematika dalam bergaya hidup keseharian!

Ketimbang program sejenis di kota-kota lain yang baru mengundang artis setelah tenar, z104 sudah memperkenalkannya justru pada saat penayangan perdana musik-musik mereka. Terutama yang sudah merekam hingga empat single atau lebih. Demikian juga info-info di balik musik yang mereka hasilkan, z104 berkesempatan mendapatkannya dari tangan pertama! Ini buah dari jalinan jejaring yang telah terbina dengan berbagai pihak. Untuk audiens Purworejo, yang jelas nggak ada kamus ‘ketinggalan’, dan bicara musik nggak ada habisnya! Bravo musik indie, viva z104! [djdd/djnn/z104/20080203]

z104, Ajang Ideal Kenalin Musikmu [Release 2]

Halo zmania, kalian hafal kan kalau musik-musik terbaru banyak ditayangin radio-radio sekitar jam 14-17! Itu waktu yang banyak dirasa paling pas untuk segmen pelajar, sepulang sekolah setiap hari! Itu kalau hari-hari biasa. Nah kalau pas Minggu, pastiin kamu zmania panteng Primada 104FM jam 8-12! Kalian bisa simak program radio spesial mingguan, z104. z104-lah refleksi keseharian kita semua, sebuah program radio semi infotainment yang concern nafas indie-nya.

Di z104 musik-musik yang jarang kamu denger di radio sehari-hari bakal ditayangin. Kenapa? Karena emang diset beda, nggak mbosenin, plus nambah wawasan zmania sekalian untuk lebih apresiasif terhadap berbagai kreatifitas, menghargai setiap proses pencapaian prestasi serta mengajak kita semua untuk terus pacu prestasi dengan karya terbaik berkelanjutan. Karya yang mengacu pada kualitas, bukan sekadar menang kompetisi atau dikenal di satu titik kesempatan saja!

Bicara prestasi, pasti dong banyak banget yang bisa diangkat, mulai dari sekolah, ekskul, sampai ke musik dan temen-temennya. Musik di sini tentu saja tak hanya sekadar main musik, tapi juga kehidupan sekelilingnya, karena kita emang nggak bisa lepas dari itu semua. Setiap pencapaian prestasi tentu butuh dukungan dari pihak-pihak terdekat, terus pihak-pihak terkait lainnya.

Nah, kamu yang kebetulan punya karya musik dan sudah direkam, bisa koq dikirim ke z104 untuk bisa didenger ke temen-temen se-Purworejo secara serentak! Bayangin tuh, sekali tayang, berapa pasang kuping yang bakal denger musikmu. Untuk band kalian yang sudah mencapai empat single, bisa jadi langsung on air alias band tamu z104 untuk diwawancarai seputar profil band, termasuk cerita-cerita di balik proses produksi, pencarian ide, nulis lirik, milih nada dan eksekusi pengungkapannya ke dalam musik yang selaras, enak didenger! Masukan audiens yang kita terima bisa jadi acuan yang relatif lebih komprehensif! Belum lagi kalau keesokan harinya banyak request yang minta ditayangulangkan musik-musikmu. So pasti, makin dikenal pula musik-musikmu itu.

Mungkin banyak di antara kalian belum paham gmana caranya biar musik kalian bisa tertayang. Gampang koq, datang langsung ke studio setiap Minggu antara jam 8-12, kalian akan ketemu temen-temen z104, syukur bisa ngobrol bareng temen-temen senior band tamu yang bakal tampil mulai jam 10! Mereka familiar, nggak pelit-pelit amat untuk berbagi cerita dan pengetahuan, sejauh itu positif.

Harapan kita, jika karya-karya kalian mulai dikenal masyarakat luas di Purworejo, bisa segera bisa ditayangdengarkan di luar Purworejo. Siapa seeh yang nggak pengin bawa nama harum kota kita Purworejo ke luar?

Salah satu single Mazza, Tercipta Tanpa Sengaja Februari ini juga sudah bisa dinikmati di daerah Bekasi lewat tayangan sebuah radio station di sana, juga di beberapa radio station lain di Purworejo hingga Jogja. Selain Mazza juga single-single dari Surdjan Jogja –yang pernah bertamu di z104– dan Fourteen Surabaya yang musik-musiknya selalu playlist di z104! Sebuah harapan, senantiasa kita jalin dengan komunikasi yang efektif. Kini, sms bagaikan chatz saja, take & give kabar terbaru antar kota antar provinsi!

Edisi keenam z104 10 Februari lalu, kebetulan bertepatan jadwal main Mazza siang harinya di GOR WR Supratman. Usai tayang z104, temen-temen z104 ikut ngumpul-ngrumpi di sana, sekalian kasih semangat buat arek-arek Mazza! Bukan apa-apa seeh, kita sadar apa yang kita lakukan tak lepas dari peran publik, maka upaya-upaya untuk memaksimalkan penampilan yang berkesan amat perlu.

z104 terus berupaya menyeimbangkan fungsi informatif, edukatif, persuasif dan entertain yang menjadi kerangka Light Up Purworejo, visi program ini. Ini tak lain untuk memaksimalkan produktivitas kita semua untuk maju, tak hanya di urusan musik.

Kemasan musik dari berbagai genre atau era release akan menambah wawasan kita untuk mencermati tren-tren industri yang unik ini. Semoga kian bermanfaat untuk masyarakat Purworejo, terutama kalian zmania yang haus prestasi! Bravo musik indie, viva z104! [djdd/djnn/z104/20080210]

Proyek z104 IndieLife Purworejo Mantabkan Diri [Release 3]

Entah sudah berapa banyak proyek-proyek berlabel indie yang wira-wiri di blantika musik negeri ini, tapi sosok z104 theatre of mind kian mantab saja. Proyek z104 boleh dikatakan awalnya ajang uji coba buka lahan media publikasi [creative-media directing] atau arek-arek z104 mengistilahkannya sebagai ‘main-main’. Kebetulan pertama, arek-arek z104 ada yang hobbies dengan dunia hiburan dan seni musik, dunia radio dan produksi program atau komunikasi bisnis secara keseluruhan. Kebetulan kedua, arek-arek z104 sedang intim dengan Kanda Band [dan menyusul band-band lain] yang sedang membutuhkan publikasi dan sentuhan manajemen modern atas sebuah band indie era sekarang.

Awal Oktober 2007 dimulailah proyek z104 theatre of mind sebagai program tayangan radio melalui Radio Primada 104FM Kutoarjo, Purworejo. Selama tiga bulan awal banyak terjadi otak-atik materi tayang baik berupa materi musik, materi tayang kata atau teknis penyajian. Ini dimaksudkan untuk memberikan wacana baru penyajian tayangan radio yang fresh, nggak mbosenin dan harus berani tampil beda. Beda dalam materi tayangan sekaligus pendekatan segmen audiens. Jika biasanya radio lokal mengambil pendekatan segmen demografis, z104 justru memilih untuk menciptakan segmen psikografis. Jika biasanya radio lokal penuh dengan top 40 sms-request, z104 justru harus zig-zag dulu untuk memperkenalkan track-track indie-music yang mau diplay dan cerita-cerita di balik proses produksi track tersebut. Ini semua sebenarnya juga merupakan sub segmen geografis, mengingat karakter lokal sebuah radio siaran tetap dibatasi kemampuan coverage areanya. Tapi justru dengan kelihaian ini mampu membesut simpati banyak kalangan. Beruntung z104 tak hanya didengar dari Purworejo saja, tapi juga wilayah kabupaten tetangga.

Mulailah awal tahun 2008 ini dihitung sebagai ‘resmi’nya program ini diaktivasi. Untuk memudahkan keterukuran kinerjanya digunakan penanda dengan menyebutkan edisi setiap minggunya. Diprediksi hingga 104 edisi mendatang (2 tahun awal), arek-arek masih cukup energi dan spirit. Selama program ini berlangsung, sangat mungkin bakal terjadi penyesuaian dan pengembangan. Tentunya disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan para partner yang harus dilayaninya.

Pelan tapi pasti, z104 berpeluang menjadi prioritas mangkal jiwa muda! Kenapa? Dari masukan yang diterima dari audiens, mereka menghendaki hadirnya band-band tamu untuk live interactive radioshow sekaligus unjuk kebolehan nyanyi langsung di studio. Demikian juga single-single hits terbarunya kian dinanti. Beberapa sms-opinion juga membuktikan, kualitatif audiens cukup membuat arek-arek z104 penuh harap, ini bukan proyek kuantitas meraih rating belaka. Salah satu single Mazza Band terbukti sempat dijadikan materi ajar Bahasa Indonesia sebuah SMP di Purworejo, bahkan track tersebut dinyanyikan ramai-ramai di dalam kelas! Salah satu single B4 (kelompok musik asal Kebumen), Sahabat yang pernah dimainkan langsung di studio, juga banyak menarik minat band-band Kebumen lain untuk membawakannya.

Permainan Kedua z104
Benih-benih catatan sukses arek-arek z104 coba ditorehkan juga melalui Mitra 107.7FM Purworejo. Materi tayang musik indie ini bahkan dilengkapi dengan sajian Indonesian Best Rock 90’s dan Beautiful Unique Music (Beautique) yang selalu ditunggu audiens, khususnya periode April-Juni 2008. Satu yang juga dipantau audiens adalah gaya saji tayangan yang teriak lepas, sedikit melepas kepenatan normatif tayangan yang serasa seragam.

Kurun waktu itu z104 sempat menghadirkan Kanda, Mazza, Perfect dan Kaisar dalam live interactive radioshow. Juga beberapa single baru karya band indie asal Purworejo memperkuat jajaran diskotik z104. Untuk sementara program di station kedua ini terhenti, dengan harapan inovasi segera tercipta kembali dari sekian sisi.

IndieLife
Seperti banyak dibahas di banyak media, musik indie lekat dengan life style, arek-arek z104 menyebutnya dengan gaya hidup independent [IndieLife]. Sebuah zona yang mengapresiasi dan memberikan spirit pada semangat kemandirian khususnya berbasis musik. Pada saat audiens yang berjiwa muda ini berkomunitas, otomatis akan menyentuh sisi-sisi kehidupan lain, seperti: live art performance, fashion distro, merchandizing, simple-society, dll. Jelas ini menjadi sebuah brand activation yang mantab atas sebuah band indie tingkat kecamatan di Purworejo!

zmania yang ingin bercengkerama lebih banyak bersama z104 bisa mengunjungi situs weblognya. Di sana ada release-release, playlist, slice of live, artikel dan banyak data-data lain yang memperkaya khasanah musik persada. Setelah merangkum beberapa dokumentasi tulisan lewat http://z104production.blog.com, cita rasa life style ala z104 ini diharapkan segera berlanjut ke media panggung (live performance stage). Beberapa sisi persiapan tak sekadar menggelar event seperti kebanyakan yang hanya insidentil sesaat, tetapi juga ke proses distribusi secara digital dan mendunia. Semoga! [djnn/djnn/z104/20081216]

8 Bulan yang Lalu, Gmana 4 Bulan ke Depan?

EVOLUTION#0, Evolusi yang Terencana

Evolution, inilah ajang festival terbuka antar band-band lokal Purworejo terbaru yang dimulai tahun ini, 31 Agustus 2008. Diharapkan oleh banyak pihak akan terus berlanjut sebagai agenda tahunan di Kecamatan Kaligesing. Terlebih even ini juga bertujuan untuk membangun komunitas musik dengan talent-talent-nya sekelas WR Supratman, sang komponis lagu kebangsaan kita Indonesia Raya, yang putera daerah ini.

Cerita Ari, salah satu panitia, Evolution mengambil sequel #0 sebagai simbol kepompong, sebelum nantinya di even-even berikutnya mampu berevolusi, bermetamorfosa manjadi kupu-kupu yang indah dan menarik. Sebuah perubahan yang tak sekejab simsalabim, tak semudah membalik telapak tangan kosong. Ini mengingat sejak beberapa tahun silam even sejenis tak kunjung terlaksana, mungkin saja sedang menyimpan energi, bukan fluktuasi.


Dukungan Warga

Evolution#0, mengemas sebuah pertunjukan musik dengan format festival, dengan persiapan mepet, mengejar momen peringatan kemerdekaan kita. Wajar rasanya jika publikasi kurang optimal, tak cukup juga jika hanya menggunakan radio misalnya. Faktor geografis topografis menjadi salah satu kendala, sehingga perlu jauh-jauh hari sesuai medan. Beruntung, seluruh jajaran pemerintahan dan aparat mendukung sepenuhnya even ini, sekaligus menguji kinerja panitia dan tingkat apresiasi warga dengan pola sajian beda kemasan. Jika terselenggara aman dan lancar, dukungan untuk penyelenggaraan malam hari hanya menunggu waktu.

Setelah menjalani seleksi, kesepuluh band lokal Purworejo turut ambil bagian di live performance stage sebagai pengisi acara pertama. Dalam sambutan singkatnya Bupati Purworejo turut memotivasi upaya-upaya positif ini untuk ditumbuhkembangkan. Kepada z104 yang turut mendukung even ini, H. Kelik Sumrahadi, S.Sos, MM. juga menyatakan dukungan sepenuhnya, hingga sempat mengamati lirik demi irik yang dinyanyikan peserta festival sambil berdendang lirih. Dari depan panggung sisi operator sound engineer tak luput dari pengamatannya. Sungguh seorang tokoh publik yang mampu menyatu dengan irama warganya. Dia pun berkeinginan, suaranya kelak bisa didengar publik global, bukan saja oleh warganya yang sedang ada di Purworejo.

Kabar yang kami terima, warga secara swadaya berupaya mengumpulan dana untuk mendukung aktivitas generasi muda. Demikian juga saat even berlangsung, lalu lalang lalu lintas depan venue dialihjalurkan melalui jalur alternatif. Tak lupa kantong-kantong parkir disiapkan seksama sehingga tak mengganggu pandangan dan lalu lintas seputar venue. Mungkin patut dicontoh oleh warga kota lain, demi suksesnya esensi pertunjukan, sukses menyeluruh untuk kebanggaan semua.


Dukungan z104

z104 sebagai salah satu media pendistribusian musik-musik indie dan musik-musik lokal tak ketinggalan untuk menyatakan kepeduliannya. DJ Didi dan DJ Uthe’ tampil sebagai presenter. Dengan dinamic presenter format, kedua dee jay andalan z104 ini terus memacu adrenalin komunitas musik Purworejo. Joke-joke segar, trik-trik tayangan ala radio, body language style turut diperagakannya tanpa kendala berarti. Dari menit ke menit performa ini terus didiskusikan dengan seluruh tim z104 dan panitia. Upaya ini untuk mengontrol manajemen pertunjukan panggung lebih hidup walau dengan sekian kekurangan yang ada. Alhasil, panitia menyatakan bagus, tanpa bermaksud untuk menyatakan puas. Kalau sudah puas, apa lagi yang bisa kita harapkan, bukan?

Tampil lepasnya kedua presenter ini, rupanya juga debutan yang bagus untuk format tampilan baru, tidak sekadar membaca teks di atas panggung mengulum mikropon. Sayang data-data yang bisa disampaikan dari atas panggung belum terencana sistematis.

Dengan manajemen waktu yang telah disiapkan sedemikian rupa, baris demi baris run down lancar dikendalikan. Tujuh band tamu satu persatu unjuk gigi menampilkan kebolehannya: Bagus, Ex-Man, Mazza, Jolly Roger, News Item, 99 hingga GPK. Penampilan Mazza dan Jolly Roger, kedua band indie z104 ini adalah kali keduanya dalam satu panggung, menyusul gigs sebelumnya di Pangenjurutengah.

Banyaknya band tamu ini juga memberi ruang nyata untuk saling bersilaturahmi dan bertukar pengalaman, sekaligus memberi contoh bahwa sesenior apapun seorang musisi butuh sebuah komunitas yang bisa mengakomodir jiwa musiknya agar tetap membara. Spirit yang kering jika hanya sebatas media rekam sebagaimana umumnya band indie mempertontonkan karyanya.

Hingga akhir even sekitar pukul 16.00, seluruh panitia menyempatkan diri berkumpul santai, sambil mencermati satu persatu jalannya even tadi. Sambil pamit berpisah, kita bersulang salam untuk sukses semua ke masa depan! Bravo Evolution, viva z104! [djdd/djnn/z104/20080831]